Berbeda dengan
di Indonesia yang terus bertahan pada sistem pendidikan konvensional, Finlandia
punya sistem pendidikan modern yang sampai saat ini masih dianggap sebagai
salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Berdasarkan data dari Edudemic.com, Finlandia berada di posisi ke-5 di bawah Korea dan Jepang
dalam urusan negara bersistem pendidikan terbaik. Dibanding tahun 2012, posisi
Finlandia turun empat peringkat. Sementara itu, Indonesia berada di posisi
ke-40. Lalu, seperti apa sih sebenarnya sistem yang mereka terapkan? Simak dulu
nih rangkuman perbandingan pendidikan di Indonesia dan Finlandia.
Berikut
perbandingan nya :
1. USIA
SEKOLAH
Indonesia:
Pasti kalian sering ngeliat betapa repotnya
orang tua Indonesia zaman sekarang buat nyiapin pendidikan dari usia dini biar
kedepannya juga bakal dapet pendidikan yang bagus juga. Makanya jangan heran
kalo di Indonesia lihat anak bocah 3 tahun udah disekolahin di PreSchool. Belum lagi les privat, les piano,
les-les lainnya.
Finlandia:
Di Finlandia, kalo orang tua maksain anak lo
sekolah mulai umur 3 tahun, bisa berurusan sama hukum! Anak-anak di Finlandia
memang diatur secara hukum baru boleh bersekolah pada umur 7 tahun. Anak-anak
usia dini di Finlandia lebih didorong untuk belajar interaktif secara mandiri
dengan lingkungannya. Intinya, mereka diarahkan menjadi anak-anak, bukan
menjadi professor.
Indonesia:
Di Indonesia, level sekolah dasar diwajibkan
belajar 5-6 jam sehari (06.30-12.00). Pagi banget anak sekolah masuk. Padahal
pas kerja juga enggak sepagi itu. Katanya sih jam masuk sekolah emang sengaja
sepagi itu biar ngelatih disiplin.
Finlandia:
Sekolah hanya sekitar 4 jam per hari, dengan
sistem tiap 45 menit belajar harus istirahat 15 menit. Jam masuk antara jam
9.00-9.45. Orang Finlandia percaya dengan penelitian bahwa anak usia dini butuh
tidur lebih di pagi hari, dan otak baru bisa menyerap ilmu setiap jam 10.
Sistem yang diterapkan Finlandia ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan
antara belajar dan beristirahat agar bisa lebih mudah menyerap ilmu
Indonesia:
Sistem ranking menjadi andalan untuk
membedakan mana yang pintar dan bodoh. Terlihat jelas gap antara si pintar dan bodoh.
Enggak lupa PR dan tugas yang diberikan banyak banget. Jadinya stress karena
nilai harus bagus, PR/tugas harus selesai. Hal ini juga mendorong banget budaya
korupsi di usia dini: Mencontek.
Finlandia:
Tidak ada sistem pembeda mana yang pintar dan
bodoh. Semua murid dianggap sama dan Finlandia berharap semua muridnya jadi
pintar. Hasilnya jarak antara yang pintar dan yang bodoh hampir tidak terlihat.
PR dan tugas yang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak harus sempurna hasilnya.
Menurut orang Finlandia yang terpenting adalah usaha dan upaya mereka untuk
menghasilkan sesuatu, serta bagaimana mereka menemukan jalan keluar terbaik
dari sebuah permasalahan.
Indonesia:
Ujian akhir masih menjadi andalan sistem
pendidikan kita, dan jadi mimpi buruk bagi siswa. Semua yang kita pelajari dari
awal sampai akhir, ujian akhir lah yang menentukan kelulusan. Hal ini membuat
siswa stress dan terdorong untuk melakukan kecurangan, karena yang terpenting
itu lulus.
Finlandia:
Finlandia anti dengan ujian akhir, karena
mereka percaya dengan guru sebagai pemberi penilaian terbaik buat siswanya.
Guru-guru di Finlandia juga tidak terpaku dengan kurikulum karena mereka bebas
menentukan cara belajarnya sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Indonesia:
Perhatian pemerintah ke guru sangat kurang.
Mulai dari kesejahteraan, hingga ke jenjang pendidikan gurunya sendiri. Makanya
enggak sedikit guru yang ngajar seadanya dan gaya ngajarnya monoton.
Finlandia:
Finlandia berani investasi besar-besaran buat
guru-guru di negaranya, karena menurut mereka, guru adalah masa depan Negara.
Jangan heran kalo lo tau gaji guru di Finlandia salah satu yang tertinggi.
Pemerintah Finlandia juga membiayai penuh pendidikan guru hingga mendapat
master. Guru di Finlandia wajib bergelar master pendidikan.
Nah, beda banget kan???
Kapan ya bisa studi banding ke Finlandia ? (mimpi, hehe...)
Pendidikan merupakan suatu hal yang mendesak untuk terus
dirombak dan mengalami dinamisasi. Tentunya perlu peran serta pemerintah untuk
terus mengkaji sistem pendidikan di Indonesia.
Karena kualitas suatu bangsa sangat ditentukan dengan
kualitas sumber daya manusianya.



0 komentar:
Post a Comment